Shin Tae Yong: Sulit Meningkatkan
Kualitas Timnas Indonesia
Kalahan,
merupakan satu kata yang bisa menggambarkan timnas garuda ketika bertemu tim
kuat asia tenggara bahkan Asia. Kekalahan dari Thailand dan hasil imbang dengan
Vietnam menjadi bukti kurang bagusnya kualitas timnas Indonesia.
Sportindo kali ini akan membahas kesulitan shin tae yong
dalam meningkatkan sepakbola nasional. Sebelum lanjut jangan lupa like, komen,
dan subscribe saluran ini.
Pemain muda
Indonesia yang tergabung dalam timnas senior nampaknya sangat menjanjikan bagi
para pecinta sepakbola nasional. Bagi para supporter termasuk saya, timnas muda
ini punya kemungkinan tampil dominan ketika usianya matang.
Tapi,
apakah benar begitu? Bagaimana dengan generasi evan dimas? Di ajak tur
nusantara hingga di undang berbagai acara tv nyatanya mereka gagal bersinar.
Generasi sekarangpun bisa jadi bernasib sama jika tidak dikelola dengan baik.
Hal senada bahkan disampaikan shin tae yong.
Liga Yang Jelek
Tawuran,
permainan bola di padukan kungfu, rusuh supporter, hingga kasus tewasnya pemain
bola atau supporter karena buruknya iklim sepakbola nasional tampaknya bukan
hal yang aneh lagi. Isu pengaturan skor juga sudah menjadi hal lumrah. Bahkan
beberapa kali disampaikan oleh mantan pemain bola.
Melihat
kenyataan yang ada, pantas jika shin tae yong memberikan pernyataan yang cukup
mengherankan. Baginya akan sulit untuk menaikkan level permainan timnas
Indonesia bahkan hanya sekedar setara dengan Vietnam atau Thailand.
“Thailand
jelas kuat. Liga Thailand menempati urutan pertama di Asia Tenggara,” ucap Shin
Tae-yong kepada Yonhap, Selasa (4/1/2022).
Thailand
memang raja asean. Liga mereka merupakan yang terbaik sedangkan liga Indonesia
masih berada di bawah singapura, Malaysia, Vietnam, serta Thailand. Liga
Thailand bahkan menempati urutan ke-9 liga-liga terbaik Asia.
Liga
Indonesia memang di akui menjadi kelemahan timnas Indonesia. Padahal, mayoritas
pemain tim garuda berasal dari liga Indonesia.
“Tidak
mudah menaikkan level tim nasional jika liga domestic tidak mendukung. Performa
liga dan tempo permainan harus dipercepat,” ujarnya.
Menurut
Shin Tae Yong, liga Indonesia terlalu pelan dan perlu di percepat. Selain itu,
penggunaan striker asing di liga Indonesia juga membuat talenta asli tanah air
sulit bersaing. Hal ini dibuktikan pada gelaran aff 2020. Striker timnas
Indonesia hanya mampu mencetak 2 gol. Itupun hanya Ezra walian saja. Yudho,
Sagara, serta dedik tidak menyumbang satu buah golpun.
Bagi shin
tae yong pemain timnas Indonesia haris mau berkarir di luar negri dan mencoba
atmosfer sepakbola professional. Kita tahu bagaimana permainan beberapa pemain
abroad ketika timnas bertanding. Kegesitan witan, kekuatan asnawi, teknik dari
seorang egy. Mereka mampu bersaing dan tampil sebagai pembeda dalam setiap
pertandingan.
Beberapa
pemain Indonesia memiliki kemampuan yang layak tampil di luar negri. Masih muda
dan memiliki talenta tentu bisa dimaksimalkan. Itulah alasan timnas Indonesia
sulit naik level menurut Shin tae Yong. Apakah kalian setuju dengan pernyataan
shin tae yong? Tulis komentarmu dikolom komentar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar