Sabtu, 15 Januari 2022

BIKIN BANGGA! Kisah Kurniawan Dwi Yulianto, Dulu Bela Sampdoria Kini Jad...

KURNIAWAN DWI YULIANTO : MANTAN PEMAIN SAMDORIA YANG AKAN LATIH KLUB ITALIA

Kurniawan Dwi Yulianto, legenda hidup timnas Indonesia yang sudah merasakan atmosfer sepakbola Italia di masa lalu.

Sportindo kali ini akan membahas kisah kurniawan dwi yulianto, pemain yang pernah bermain untuk sampdoria. Sebelum lanjut jangan lupa like, komen, dan subscribe saluran ini.

Pecinta sepakbola tahun 2000an sepertinya sudah agak asing dengan nama Kurniawan Dwi Yulianto. Pecinta sepakbola masa kini pastinya lebih mengenal egy, atau asnawi yang terasa hebat karena mampu tampil di luar negri.

Tapi, para penikmat sepakbola tahun 90an. Mereka pasti sangat mengenal sosok Kurniawan Dwi Yulianto. Striker berkepala plontos yang akrab dengan sapaan si kurus. Ya,,, kurniawan merupakan sosok yang cukup di segani. Bahkan, beberapa pemain bola juga mengidolakan kurniawan dwi yulianto.

Bambang pamungkas, striker Indonesia yang identic dengan nomor punggung 20 ini juga sangat mengidolakan sosok pemain yang pernah membela klub sampdoria dan FC Luzern (Swiss)

“"Saya masih kelas 2 SMA dan menjadi siswa Diklat Salatiga tahun kedua. Saya harus akui Bambang muda adalah pendukung Pelita Jaya. Walaupun saya tinggal Salatiga atau katakanlah Kabupaten Semarang, akan tetapi saya adalah fan dari Pelita Jaya," kata Bambang Pamungkas di akun Youtube-nya.

"Mengapa? Karena di sana ada sosok yang menginspirasi saya untuk menjadi seorang pesepak bola. Saya pikir alasan saya ketika itu hampir sama dengan seluruh pesepak bola muda di Indonesia pada zaman itu karena idola saya bermain di sana, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto," ucap pemain yang akrab disapa Bepe.

Awal Karier

Kurniawan Dwi Yulianto lahir di magelang pada 13 Juli 1976. Dirinya memulai petualangan sepakbola dinegeri pizza kala tergabung dengan program PSSI bernama primavera. Program ini mirip dengan program garuda select masa kini. Para pemain muda potensial jebolan piala soeratin akan dibawa ke italia untuk belajar tradisi sepakbola professional.

Kurniawan menjadi salah satu pemain pilihan yang tergabung dalam program ini. Berposisi sebagai striker, dirinya tampil impresif berbekal kelincahan serta naluri mencetak golnya. Kemampuannya sontak membuat klub serie-A (Sampdoria) meminangnya.

Bersama sampdoria, kurniawan bermain bersama gianluca viali dan Roberto mancini. Sayang, kebersamaan si kurus dengan il samp hanya seumur jagung. Dirinya turut serta dalam program pramusim sampdoria ke Asia.

 "Saat pramusim ke Indonesia, saya diikutsertakan. Ada laga lain juga di Thailand, Hong Kong, dan China. Tapi, saya tak bermain di Sampdoria. Selesai pramusim, saya mengikuti tes di FC Luzern, klub Swiss," ujar Kurniawan dalam wawancaranya bersama Hamka Hamzah di YouTube Hamka Story 23.

Kurniawan akhirnya tidak mendapatkan kontrak resmi dari sampdoria karena gagal bersaing dengan barisan penyerang Il Samp. Kala itu dirinya harus bersaing dengan pemain sekaliber Roberto Mancini, Enrico Chiesa (ayah dari Federico chiesa), serta Fillipo Minero.

Kurniawan akhirnya memutuskan untuk mengikuti trial bersama klub FC Luzern. Kurniawan kemudian menjadi punggawa FC Luzern selama satu musim. Selama tahun 1995-1996, kurniawan tampil sebanyak 12 kali dan mampu mengemas 3 gol. Sayang setelah itu, dirinya memutuskan untuk kembali ke tanah air.

Pulang ke Indonesia

Pulang dari eropa ke Indonesia nampaknya tidak membuat media senang. Beberapa media Indonesia justru membuat berita-berita yang kurang mengenakkan. Kabarnya kurniawan sempat ingin pension karena tidak kuat dengan serangan-serangan media kala itu.

“Gilalah, saya pulang di hajar media. Saya pikir kepulangan saya akan dilindungi, ternyata dihajar. Bahkan saya sempat bilang sama orang tua, apa saya harus berhenti bermain sepak bola karena saya kasihan, orang tua saya menangis,” cerita Kurniawan.

Wah kalau pemain sekarang sepertinya sudah kebal ya dengan media. Sudah masa bodo yang penting hidup senang. Beda dengan kurniawan zaman dulu.

Untung, niat kurniawan ini di gagalkan oleh sang ayah. Dirinya mampu kembali menjalani kariernya sebagai sepakbola. Dirinya membela Pelita Jaya selama 3 musim dan mampu menjelma sebagai striker andalan timnas Indonesia. Selama karirnya di sepak bola profesional, Kurniawan sudah tampil 402 kali dan mencetak 200 gol.

Kurniawan Dwi Yulianto tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua tim garuda dengan catatan 30 gol. Selisih 4 gol dari juniornya (bambang pamungkas) dengan koleksi 34 gol.

Karier Sebagai Pelatih.

Kurniawan memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2013. Selepas pension sebagai pemain sepakbola, kurniawan kemudian melanjutkan karier sebagai seorang pelatih. Dirinya tercatat menjadi pelatih kepala tim Sabah FA. Mempunyai isteri orang Malaysia membuat dirinya dekat juga dengan sepakbola Malaysia.

Selepas dari sabah FA, Kurniawan melanjutkan perjalanan sebagai pelatih di tim italia. Diketahui bahwa Kurniawan Dwi Yulianto akan kembali ke Negara Pizza untuk menjadi salah satu asisten klub kasta dua disana. Como 1907 menjadi klub baru yang akan ditangani si kurus.

Kurniawan menandatangani kontrak selama 1,5 tahun dan berharap mampu belajar banyak di italia.

“Jujur saya ingin belajar banyak di sana. Pengalaman merupakan nilai plus dalam sepakbola. Tetapi, saya waktu itu bilang ke pak Nirwan, saya ke sana bukan hanya sekadar menjadi asisten coach,” kata Kurniawan Dwi Yulianto saat hadir di Channel YouTube Akurasi TV.

“Saya juga ingin melihat bagaimana pre season dan on season mereka. Jadi kalau saya datang Januari, minimal saya mau dikontrak 1,5 tahun sehingga bisa lihat satu musim full,” lanjut mantan pelatih klub Malaysia, Sabah FC tersebut.

Selain menjadi assisten pelatih disana, Kurniawan juga sedang mengejar lisensi Uefa Pro sebagai seorang pelatih. Jika menjadi kenyataan, dirinya akan menjadi orang pertama yang akan mendapatkan lisensi Uefa Pro.

Kurniawan merupakan sosok legenda yang masih aktif membangun sepakbola dari dirinya sendiri. Semoga kemampuan dirinya akan dimanfaatkan oleh tim garuda. Sayang jika nantinya kurniawan justru berjuang memajukan sepakbola Malaysia mengingat sang isteri asli orang Malaysia.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar