Sabtu, 08 Januari 2022

Kisah Boaz Solossa, Dari Segudang Kontrovesi, Cidera Parah Hingga Kecint...

KISAH Boas Salossa, Dari Papua Untuk Indonesia

Papua layaknya brazil bagi sepakbola Indonesia. Hampir setiap edisi timnas, Indonesia selalu dihuni nama-nama asal papua. Yang terbaru adalah ramai rumaiek serta ricky kambuaya.

Sportindo kali ini akan membahas tentang Boas salossa, striker asal papua yang jadi legenda Indonesia. Sebelum lanjut ke pembahasan jangan lupa like, komen dan subscribe saluran ini.

Gelaran AFF 2020 memang telah usai. Indonesia gagal menjadi jawara dan hanya mencatatkan posisi kedua. Sebagian supporter bangga karena mayoritas pemain muda, sebagian lagi sedih luar biasa. Perjuangan garuda rasanya sangat istimewa, sayang posisi striker menjadi titik paling lemah garuda.

Indonesia krisis striker. Padahal, dulu kita punya banyak striker berkualitas. Sebut saja, kurniawan dwi yulianto, zaenal arif, bambang pamungkas, samsul arif, budi sudarsono, serta boas salossa. Andai waktu bisa diulang, rasanya ingin salah satu nama itu mengisi posisi striker timnas Indonesia.

Salah satu nama kontorversial muncul. Boas salossa// pemain asal papua yang selalu tampil konsisten. Boas salossa merupakan sosok panutan bagi talenta muda tanah air. meskipun dirinya tidak lepas dari berbagai kontroversi. Terlepas dari itu semua, dirinya sukses menjadi kapten timnas dan persipura.

AFF Pertama

Sosok boas salossa pertama kali muncul kala dirinya membela perseru serui U-17 dalam piala soeratin 2004. Boas salossa juga berhasil mengantarkan tim sepakbola papua meraih medali emas pada PON Palembang 2004.

Kepiawaian boas membuat pelatih timnas kala itu. Peter white, sang juru taktik timnas memanggil Boas salossa untuk turut serta dalam gelaran piala tiger 2004. Boas kala itu masih berusia 18 tahun.

"Boaz pemain istimewa. Pada usianya yang sangat muda permainannya terlihat amat matang. Saya berharap para pemain senior bisa membantunya, agar ia bisa membawa dampak yang menguntungkan bagi tim," kata Peter Withe jelang Piala AFF 2004.

Boas muda kala itu tampil bersama beberapa pemain kaya pengalaman sekaliber elie eiboy dan ilhan jaya kusuma. Menjadi salah satu pemain termuda nampaknya membuat boas tampil penuh semangat. Namanya sontak ramai menjadi perbincangan kala itu.

Pemain muda ini mampu melesahkan 4 gol selama gelaran AFF 2004. Penampilan impresif bersama tim garuda membuat namanya semakin melambung. Kala itu timnas Indonesia mampu melaju hingga partai final. Sayang timnas Indonesia gagal menjadi juara untuk ketiga kalinya setelah kalah dari singapura dengan agregat 2-5.

Cidera Parah

Boas Salossa merupaan sosok penyerang yang mengerikan. Skill dan akselerasi tinggi membuat banyak pemain bertahan lawan berusaha menjegalnya. Layaknya messi atau romaldo, lawan selalu berusaha melakukan hal-hal tidak sportif kala melawan boas. Puncaknya ketika tekel keras Baihaki Khaizan mengenai kaki Boas. Bek timnas singapura ini berhasil membuat boas cidera parah.

Tekel bek singapura terjadi pada partai final AFF 2004. Boaspun harus menepi dari dunia sepakbola guna melakukan penyembuhan. Setelah sembuh boas mampu kembali pada performa terbaiknya.

Sosok striker yang identic dengan persipura ini kembali diperjaya mengawal lini serang garuda. Kali ini dirinya turut serta dalam persiapan piala asia 2007. Indonesia menjadi tuan rumah dan tentu saja siap turun dalam putaran final piala asia. Sebagai persiapan Timnas asuhan ivan kolev melakukan seragam persiapan.

Uji coba melawan hongkong menjadi petaka untuk Indonesia. Boas salossa kembali mengalami cidera patah kala menghadapi hongkong. Patah kaki untuk kedua kalinya, dan kali ini sangat parah. Bahkan boci, sapaan akrab boas. Dirinya mengaku tidak tau dapat melanjutkan karier sepakbolanya atau tidak.

“Setelah ditekel lawan, saya melihat kondisi kaki. Saat itu saya langsung berpikir tak akan bisa lagi main sepakbola. Cedera yang saya alami terlihat mengerikan,” ucap Boaz mengenang tragedi cedera tahun 2007.

Akhirnya Indonesia kehilangan sosok penting lini serang garuda. Padahal kala itu dirinya sedang memasuki usia emas pemain bola.

Indisipliner

Beruntung bagi boci. Insiden mengerikan kala bersua hongkong tidak berkepanjangan. Dirinya mampu kembali sehat dan tampil sebagai penyerang tajam bagi persipura. Pemain ini memang sangat dicintai public papua serta Indonesia karena kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Sayang, beberapa kali insiden cukup mencoreng namanya.

Boas salossa pernah di coret Alfred riedl karena tidak memenuhi panggilan timnas kala pemusatan latihan. Saat itu timnas Indonesia sedang melakukan persiapan menyambut piala AFF 2010. Indonesia menjadi tuan rumah dan sangat di unggulkan menjadi juara.

Selain pada gelaran AFF 2010, boas juga pernah di skorsing selama satu tahun. Kejadian ini terjadi pada tahun 2005 silam. Persipura saat itu bertemu dengan persebaya Surabaya dalam lanjutan piala Indonesia. Boas kala itu terpancing emosi dan kedapatan menendang wasit yang memimpin pertandingan.

Sikap boas selama berlaga bersama timnas Indonesia juga menjadi sorotan. Dirinya acapkali kedapatan tidak menyanyikan lagu Indonesia raya. Hal ini membuat beragam spekulasi. Salah satu tuduhan yang paling keras adalah anggapan bahwa boas tidak memiliki jiwa nasionalisme.

Anggapan tidak nasionalisme kepada boas sontak membuat dirinya tidak nyaman. Boas pun memberikan sebuah pernyataan tentang dirinya.

"Apa yang terjadi ini (cedera parah) membuktikan saya akan selalu total kalau dipercaya main untuk timnas. Jangan pernah mengatakan saya tak nasionalis," kata Boaz saat menjalani pemulihan cedera pada 2007.

Ya… boas salossa pernah cidera parah sebanyak dua kali. Cidera ini dialami selama membela timnas Indonesia bukan persipura jayapura. Sosok boas salossa memang cukup menarik. Dirinya mampu tampil konsisten meskipun dengan beragam kontoroversi.

Boas salossa kini jadi legenda sepakbola tanah air. semoga Papua mampu melahirkan striker-striker muda potensial yang akan mampu meneruskan perjuangan kakak boci. Terimakasih boas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar