Selasa, 22 Februari 2022

Kisah Omar Elabdellaoui, Kembali Bermain Bola Setelah Alami Kebutaan

Kisah Omar Elabdellaoui, Kembali Bermain Bola Setelah Alami Kebutaan

 

 

Mengalami kebutaan membuat karier sepakbola omar elabdellaoui berakhir. kembang api membuat penglihatan sang pemain terganggu selama satu tahun.

Sportindo kali ini akan membahas kisah omar elabdellaoui, pemain bola yang mengalami kebutaan selama satu tahun. Sebelum lanjut ke pembahasan, jangan lupa like komen dan subscribe saluran ini.

Mengalami gangguan penglihatan bagi pemain sepakbola merupakan masalah besar. Karier sepakbola terancam hancur karena hal ini. Apalagi jika buta, tentu tidak ada kesempatan untuk melanjutkan karier didunia sepakbola. Kejadian ini pernah di alami Omar Elabdellaoui. Pemain asal norwegia yang harus mengalami kebutaan.

Profil Singkat

Omar Elabdellaoui adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang. Pemain asal norwegia ini lahir di Oslo, Norwegia, 1991 silam. Elabdellaoui memulai karier juniornya di klub Skeid. Sang pemain memulai karier seniornya bersama Manchester City. Tidak mendapatkan kepercayaan manajemen, sang pemain kemudian dipinjamkan ke Strømsgodset pada tahun 2011 dan ke Feyenoord pada tahun 2012.

Omar Elabdellaoui kemudian bergabung dengan Olimpiacos pada tahun 2014. Bersama olimpiacos, dirinya menjadi pemain yang sering di pinjamkan. Setelah cukup lama melanglang buana, Omar Elabdellaoui resmi bergabung dengan galatasaray dari olimpiacos dengan status bebas transfer di musim 2020/2021.

Mengalami kebutaan

Kejadian bermula ketika Omar Elabdellaoui  merayakan tahun baru 2020. Seperti masyarakat pada umumnya, sang pemain merayakan kembang api bersama teman dan keluarganya. Kala itu, kembang api yang dipegang omar meledak tepat di depan wajah sang pemain. Ledakan membuat wajah dan matanya terluka.

"Saya tidak bisa melihat, saya tidak bisa melihat!" teriak Omar Elabdellaoui kepada temannya setelah kembang api meledak di wajahnya pada malam tahun baru 2020. Dilansir dari The Guardian, jaket Elabdellaoui terbakar akibat ledakan kembang api tersebut. Tak sampai di situ, bubuk mesiu dan logam dari kembang api yang meledak juga menembus kulit Elabdellaoui. Sang istri, Anne, berlari untuk membantu memadamkan api. Namun, luka yang dialami Elabdellaoui akibat ledakan kembang api sudah terlalu parah.

Elabdellaoui menderita luka bakar di wajah dan matanya yang mengakibatkan kehilangan penglihatan. Mengalami kebutaan membuat dirinya harus menepi dari dunia sepakbola.

Berjuang Melawan Kebutaan

Ini merupakan tahun yang berat bagi omar elabdellaoui. Pada Februari tahun lalu, Elabdellaoui dan agennya pergi ke Cincinnati Eye Institute di Amerika Serikat untuk menemui Dr Edward Holland.

Holland adalah dokter yang mempelopori operasi transplantasi kornea.

Singkat cerita, Dr Edward Holland melakukan operasi terhadap Omar Elabdellaoui agar ia bisa mendapatkan kembali penglihatannya. Sebuah proses operasi yang tak mudah karena menurut Holland, cedera mata yang dialami Elabdellaoui adalah yang terburuk dalam 35 tahun kariernya sebagai dokter.

Bahkan, Dr Edward Holland menggambarkan bahwa cedera Omar Elabdellaoui empat kali lebih buruk dari cedera yang dialami oleh tentara Amerika yang dibutakan oleh bom di Afghanistan.

Meskipun sulit, akhirnya omar elabdellaoui berhasil mendapatkan penglihatannya kembali. Omar melakukan operasi mata sebanyak 11 kali. Untuk memulihkan penglihatannya, Elabdellaoui secara rutin mendapatkan obat tetes mata. Selain itu, ia juga harus menjalani diet anti-inflamasi dan hanya minum air putih selama berbulan-bulan.

Kembali Bermain

Setelah perjalanan panjang, omar elabdellaoui berhasil kembali ke lapangan. Dia tampil dalam kemenangan 3-2 Galatasaray atas Goztepe di Super Lig Turki, Selasa (22/2) dini hari WIB.

Dilansir dari Goal International, comeback Elabdellaoui terjadi pada 423 hari setelah ia melakoni pertandingan terakhirnya.

Elabdellaoui bermain selama 90 menit dan mengisi posisi bek kanan. Meski sudah kembali bergabung dengan timnya, Elabdellaoui tetap harus menggunakan obat tetes mata setiap setengah jam kecuali ketika ia berada di lapangan. Ketika berada di lapangan, Elabdellaoui juga memakai kaca mata dan lensa kontak khusus.

Itulah kisah kembalinya omar elabdellaoui, pemain yang pernah mengalami kebutaan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar